Kisah Presiden Afghanistan Ashraf Ghani, dari Menduduki Kekuasaan hingga Kabur ke Uni Emirat

Anton Suhartono
Ashraf Ghani (Foto: Reuters)

Sebelum menjadi presiden pada 2014, Ghani menghabiskan sebagian besar hidupnya mempelajari bagaimana mendorong pertumbuhan di negara-negara miskin. Dia juga ikut menulis buku 'Fixing Failed States: A Framework for Rebuilding a Fractured World'.

Pemegang gelar doktor Universitas Columbia, Amerika Serikat, itu juga mengajar di beberapa kampus elite Negeri Paman Sam sebelum bertugas di Bank Dunia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Lebih lanjut dalam video itu dia membantah tuduhan Kedutaan Besar Rusia di Kabul yang menyebutnya kabur dengan membawa uang tunai seisi helikopter. Dia menuju bandara di Kabul dengan empat mobil berisi uang tunai yang kemudian dipindahkan ke helikopter.

“Tuduhan saya membawa lari uang itu sepenuhnya tidak berdasar, itu semua adalah kebohongan,” tuturnya.

Menghabiskan banyak waktu di luar negeri lalu terjun ke pemerintahan justru menjadi bumerang baginya. Ghani memang orang Pashtun, etnis mayoritas di Afghaistan, namun tetap dipandang sebagai orang luar yang tidak bisa menyatukan faksi-faksi berbeda. Oleh karena itu dia semakin terisolasi dari waktu ke waktu.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
3 jam lalu

Menkeu AS Klaim Iran Akan Buka Selat Hormuz Hari Ini

15 jam lalu

Iran Akan Tembak Setiap Kapal Lewati Jalur Ilegal Selat Hormuz

16 jam lalu

Iran Sebut Spanyol Diganggu AS dengan Krisis Perbatasan karena Menentang Perang Timur Tengah

17 jam lalu

AS Dilaporkan Akan Tutup Konsulat Jenderal di Medan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal