Kisah Sedih Manusia Tertinggi di Dunia, Meninggal di Usia Muda

Ahmad Islamy Jamil
Robert Wadlow saat berumur 18 tahun, berdiri di dekat lampu lalu lintas untuk pejalan kaki di Kota New York, AS, pada 7 April 1937. Robert bediri di samping ayahnya, Harold Wadlow, sementara orang-orang mengelilingi mereka. (Foto: AP)

Ketika mengetahui penyakit putranya, Harold Wadlow, langsung terbang ke Michigan bersama adik laki-laki Robert Wadlow, Harold Jr.

“Saat kami melihat Robert di Michigan, dia sangat pendiam. Suhu tubuhnya sangat tinggi,” kenang Harold Jr dalam wawancara dengan Dan Brannan untuk buku Boy Giant.

Pada malam 14 Juli 1940, Robert berbicara kepada orang tuanya untuk terakhir kalinya. Lelaki berusia 22 tahun yang terbaring di tempat tidur itu mengungkapkan kesedihannya karena tidak bisa menghadiri perayaan ulang tahun pernikahan emas kakek neneknya di akhir bulan.

“Dokter bilang aku tidak akan pulang untuk...perayaan,” ujarnya kala itu.

Robert Wadlow tertidur malam itu, dan tidak pernah bangun lagi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
1 hari lalu

Sepakati Kerja Sama dengan Denmark, Trump: AS Kendalikan Keamanan Greenland Selamanya

1 hari lalu

Kirim Pasukan AS ke Greenland, Trump: Mimpi Jadi Kenyataan!

1 hari lalu

Trump Tiba-Tiba Umumkan Segera Kirim Banyak Pasukan AS ke Greenland

2 hari lalu

Terungkap! Hampir 60 Pesawat Militer AS Rusak Dihantam Iran, Kerugian Tembus Rp58 Triliun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal