Kisah Warga RI Belasan Tahun Hidup di Korut, Syok Gara-Gara Mati Lampu

Nathania Riris Michico
Tampak pusat Kota Pyongyang. (Foto: Flickr)

"Mengenai pendidikan, kebetulan anak saya dari TK sampai SMA sekarang, sama dengan pendidikan di Indonesia. Malah jauh lebih bagus," katanya.

Andry menjelaskan, dirinya bebas bepergian keluar Kota Pyongyang, namun memang harus mengajukan surat pemberitahuan.

"Pengawasan memang selalu ada, termasuk larangan bila kita bepergian ke tempat yang sangat vital," ujar alumni sebuah SMK di Klaten, Jawa Tengah, ini.

Suasana jalan raya di Pyongyang yang tampak sepi. (Facebook: Andry Yuwono)

Andry mengatakan, meski bebas naik kendaraan umum seperti taksi dan bus, namun kehidupan sehari-hari warga setempat dan orang asing memang terpisah.

"Kami tinggal di apartemen dengan kondisi terjamin," katanya.

Tempat tinggal Andry terletak di lingkungan kompleks yang dikhususkan bagi kalangan asing seperti para diplomat.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
20 hari lalu

Korut Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Seperti Gangster

Internasional
1 bulan lalu

Kim Jong Un Hadiahkan Rumah buat Keluarga Prajurit yang Tewas di Perang Ukraina

Internasional
2 tahun lalu

Korut Klaim Sukses Uji Coba Rudal Balistik dan Rudal Jelajah Strategis Baru

Internasional
2 tahun lalu

Kim Jong Un Sebut Korsel Musuh yang Tak Bisa Diubah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal