Kota di China Ini Larang Warganya Konsumsi Anjing dan Kucing akibat Wabah Corona

Anton Suhartono
Pemerintah Kota Shenzhen melarang warganya memakan anjing dan kucing (Foto: AFP)

Pemerintah provinsi dan kota di seluruh China sudah menerapkan larangan perdagangan dan konsumsi satwa liar menyusul keputusan pusat, namun Shenzhen termasuk kota terdepan yang secara eksplisit memperluas larangan itu kepada anjing dan kucing.

Pejabat Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Liu Jianping, mengatakan warga tetap bisa mengonsumsi daging unggas, hewan ternak, dan seafood.

"Tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa satwa liar lebih bergizi daripada unggas dan ternak," kata Liu.

Shenzhen pada Februari mengusulkan pelarangan konsumsi penyu dan katak, keduanya hidangan umum di China bagian selatan. Tak pelak pelarangan itu memicu kontroversi. Pemerintah tak dapat menahan kuatnya tekanan dari warga sehingga mengklarifikasi bahwa kedua hewan itu boleh dimakan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
13 jam lalu

Trump Disebut Tawarkan Senjata AS ke Xi Jinping, China Mau Beli?

18 jam lalu

2 Panda Raksasa Tiba di Atlanta usai Pertemuan Trump-Xi Jinping

3 hari lalu

Pengendalian Populasi, 1.554 Kucing di Jakpus Disterilisasi

5 hari lalu

Megah! Trump Jemput Langsung Presiden China Xi Jinping di Bandara, Disambut Pesawat Bomber

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal