Laba Raksasa Migas Ini Melonjak 2 Kali Lipat Imbas Perang di Timur Tengah

Tim iNews.id
Laba bersih raksasa migas, Shell naik lebih dari dua kali lipat pada kuartal II 2026, didorong lonjakan harga minyak dunia akibat perang di Timur Tengah. (Foto: Ilustrasi/Ist))

Jika digabungkan dengan laba kuartal I sebesar 6,92 miliar dolar AS, total laba semester I 2026 melonjak sekitar 70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Perusahaan energi besar lainnya seperti BP dan Equinor juga menikmati lonjakan laba tahun ini karena memperoleh keuntungan dari volatilitas harga minyak.

Sebelum konflik pecah, harga minyak Brent berada di kisaran 73 dolar AS per barel. Setelah perang berlangsung, harganya sempat melampaui 120 dolar AS per barel, sebelum kembali turun ke bawah 100 dolar AS di tengah spekulasi mengenai pembukaan kembali Selat Hormuz.

Pergerakan harga yang tajam tersebut memperlebar selisih harga beli dan jual, sehingga meningkatkan potensi keuntungan dari aktivitas perdagangan minyak.

Produksi LNG di Qatar Terdampak

Di balik kenaikan laba, konflik Timur Tengah juga berdampak pada operasional perusahaan.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
2 hari lalu

Trump Sudah Paham Akal-akalan Netanyahu, Ingin AS Terus Perang Lawan Iran

2 hari lalu

Efek Perang Gaza, Semakin Banyak Warga AS Benci Israel

3 hari lalu

AS Bakal Rampas Aset Iran untuk Bayar Kerugian Perang di Selat Hormuz dan Timur Tengah

3 hari lalu

Tentara AS Tewas dalam Perang Iran Bertambah Jadi 18 Orang, 624 Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal