Raab memperingatkan pemerintah belum siap untuk melonggarkan lockdown mengingat kasus infeksi dan kematian masih terbilang tinggi. Selain itu dia mempermasalahkan ancaman gelombang kedua virus corona.
"Ini masalah lonjakan kedua dan ada kebutuhan untuk menghindarinya. Ini bukan risiko teoritis," ujarnya.
Dia mencontohkan Jerman yang sudah lebih dulu melonggarkan lockdown. Setelah sepekan, Jerman mengalami peningkatan penularan lagi.
"Kita berada pada saat sulit dan berbahaya. Kita akan melewati puncak, tapi belum sampai ke sana," tuturnya.