Delta Force memiliki mandat untuk beroperasi di mana pun di dunia tanpa perlu pengumuman terbuka. Mereka dilatih untuk infiltrasi senyap, pertempuran jarak dekat, pembebasan sandera, hingga operasi penangkapan atau eliminasi target bernilai strategis.
Dalam operasi di Venezuela, Delta Force disebut memimpin penyusupan ke Karakas dan menjadi ujung tombak penangkapan Presiden Nicolas Maduro bersama Ibu Negara Cilia Flores, menyusul serangan militer besar-besaran AS ke ibu kota negara tersebut.
Sepanjang sejarahnya, Delta Force dikaitkan dengan berbagai operasi penting AS, mulai dari perburuan pemimpin teroris internasional, misi di Afghanistan dan Irak, hingga operasi kontra-teror di berbagai kawasan konflik.
Meski jarang muncul ke publik, reputasi Delta Force sebagai pasukan “bayangan” membuat namanya selalu dikaitkan dengan operasi yang mengubah arah politik dan keamanan global.
Penugasan Delta Force dalam penangkapan Presiden Venezuela menegaskan pendekatan keras pemerintahan AS terhadap ancaman yang dianggap membahayakan kepentingan nasionalnya. Keterlibatan pasukan elite ini sekaligus menunjukkan bahwa Washington tidak segan menggunakan unit terbaiknya untuk mencapai tujuan strategis.