Mengenal Delta Force, Pasukan Elite AS yang Tangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro

Anton Suhartono
Pasukan elite AS Delta Force berperan dalam operasi militer menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro (Foto: US Army)

WASHINGTON, iNews.id - Nama Delta Force menjadi sorotan setelah terlibat dalam operasi militer Amerika Serikat (AS) untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan Ibu Negara Cilia Flores. Pasukan elite antiteror AS ini dikenal sebagai unit paling rahasia, mematikan, dan elite dalam struktur militer Negeri Paman Sam.

Delta Force memiliki nama resmi 1st Special Forces Operational Detachment-Delta (1st SFOD-D). Unit ini berada di bawah Komando Operasi Khusus Gabungan AS (JSOC) dan dibentuk khusus untuk menjalankan misi-misi berisiko tinggi yang tak bisa ditangani pasukan reguler.

Mengenal Delta Force

Delta Force didirikan pada 1977 oleh Kolonel Charles Beckwith, terinspirasi dari unit antiteror Inggris, SAS. Sejak awal, satuan ini dirancang untuk menghadapi ancaman terorisme global, pembajakan pesawat, penyanderaan, hingga operasi penangkapan tokoh bernilai tinggi (high value target).

Berbeda dengan satuan militer biasa, keberadaan dan struktur Delta Force nyaris sepenuhnya dirahasiakan. Pemerintah AS jarang mengakui secara terbuka keterlibatan mereka dalam sebuah operasi.

Rekrutmen Superketat

Anggota Delta Force direkrut dari prajurit terbaik Angkatan Darat AS, terutama dari Green Berets, Rangers, dan unit elite lainnya. Proses seleksi terkenal sangat ekstrem, mencakup ketahanan fisik, kecerdasan taktis, kemampuan bertahan hidup, serta stabilitas mental.

Hanya sebagian kecil kandidat yang mampu lolos dan resmi bergabung. Identitas anggota Delta Force dilindungi ketat, bahkan dari sesama prajurit militer AS.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
3 jam lalu

Senat AS Sahkan Resolusi Larang Trump Serang Venezuela Lagi

Internasional
12 jam lalu

Gagal Lindungi Presiden Maduro dari Serangan AS, Komandan Paspampres Venezuela Dipecat

Internasional
15 jam lalu

Kapal Tanker Rusia Diserbu dan Disita Amerika, Ini Tanggapan Keras Moskow

Internasional
16 jam lalu

Trump Ungkit Hadiah Nobel Perdamaian Lagi, Sebut Norwegia Bodoh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal