Mengenal Hayat Tahrir Al Sham yang Gulingkan Assad, Awalnya Disebut Teroris kini Jadi Pahlawan

Anton Suhartono
Hayat Tahrir Al Sham (HTS) berperan besar dalam menggulingkan pemerintahan Bashar Al Assad (Foto: AP)

Selama bertahun-tahun Al Julani berusaha mengubah persepsi organisasinya, dari yang ditakuti karena kefanatikan ideologi, menjadi organisasi yang bisa diterima oleh warga Suriah.

Meski HTS dianggap sebagai kelompok yang paling efektif dan mematikan dalam melawan Assad, berbagai komunitas internasional memasukkannya dalam daftar organisasi teroris. HTS dilarang oleh PBB, Amerika Serikat, Turki, serta negara-negara lain.

Di saat tekanan semakin kuat, Al Julani secara terbuka memutuskan hubungan dengan Al Qaeda, membubarkan Jabhat Al Nusra, kemudian mendirikan organisasi baru, HTS. Setelah itu, HTS bergabung dan menggalang kekuatan dengan kelompok lainnya untuk melawan rezim Assad.

Masih ada keraguan saat itu, beberapa masih menganggap HTS memiliki hubungan dengan Al Qaeda.  Namun, Al Julani terus mendengungkan bahwa organisasinya inklusif serta menolak kekerasan atau balas dendam.

Upaya HTS untuk mendapatkan legitimasi juga telah ternoda oleh tuduhan dari berbagai pihak atas pelanggaran hak asasi manusia (HAM). Namun HTS berupaya mengejar ketertinggalan, berusaha menetapkan arah strategis baru untuk melayani kepentingan rakyat Suriah setelah jatuhnya dinasti Assad.

Kini setelah Assad ditumbangkan, HTS pamor berubah drastis dianggap sebagai pahlawan. Rakyat Suriah, di dalam maupun luar negeri, berterima kasih kepada organisasi ini karena berhasil menumbangkan rezim otoriter yang sudah berkuasa 50 tahun lebih.

Negara sekitar, seperti Turki, dilaporkan telah membuka komunikasi dengan pejabat pemerintahan yang ditinggalkan Assad serta HTS guna membahas pemerintahan transisi. HTS bertekad akan masuk dalam pemerintahan dan berjanji akan memperjuangkan semua golongan.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

Sempat Heboh Dievakuasi di Turki, Trump Bakal Gunakan Pesawat Air Force One Hadiah Qatar Lagi

2 hari lalu

Erdogan Akui Ada Negara yang Tak Suka Pakta Pertahanan Makkah

7 hari lalu

Kapal Feri Bawa 270 Orang Terbalik di Laut Siprus, 8 Orang Tewas 22 Hilang  

11 hari lalu

Militer Israel Tertekan! Amunisi 30 Tahun Habis dalam 3 Tahun untuk Perang, Ribuan Tank Rusak

11 hari lalu

Perang Brutal, Tentara Israel Gunakan Amunisi untuk 30 Tahun hanya dalam 3 Tahun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal