Militer Myanmar Brutal, 22 Demonstran Ditembak Mati Setelah Pabrik Milik China Dibakar Massa

Anton Suhartono
Kawasan industri di Hlaingthaya, Yangon, dibakar kelompok tak dikenal memicu kemarahan militer Myanmar, 22 demonstran dilaporkan tewas ditembak terkait kejadian itu (Foto: Reuters)

"China mendesak Myanmar untuk mengambil langkah lebih lanjut untuk menghentikan semua tindakan kekerasan, menghukum pelaku sesuai dengan hukum, dan menjamin keselamatan jiwa dan properti perusahaan dan staf warga China di Myanmar," bunyi pernyataan kedubes, dikutip dari Reuters, Senin (15/3/2021).

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas pembakaran pabrik-pabrik tersebut.

Halaman Facebook kedubes China dibanjiri komentar negatif dalam bahasa Myanmar. Lebih dari setengah dari total 29.000 netizen yang memberikan reaksi menyertakan emoji wajah tertawa. Sentimen anti-China meningkat sejak kudeta yang menjerumuskan Myanmar ke dalam kekacauan.

Kawasan industri di Hlaingthaya didominasi oleh pabrik garmen. Sebagai kota industri, Hlaingthaya dihuni banyak pekerja migran dari berbagai kota di Myanmar.

Saat kebakaran terjadi, militer meningkatkan serangan dengan menembaki demonstran di pinggiran kota.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

9 hari lalu

Trump Disebut Tawarkan Senjata AS ke Xi Jinping, China Mau Beli?

9 hari lalu

2 Panda Raksasa Tiba di Atlanta usai Pertemuan Trump-Xi Jinping

11 hari lalu

Tragis! 14 Tentara Kazakhstan Tewas saat Latihan Perang, Tersapu Gelombang Laut

13 hari lalu

Megah! Trump Jemput Langsung Presiden China Xi Jinping di Bandara, Disambut Pesawat Bomber

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal