Miris, 85.000 Anak Yaman Mati Kelaparan akibat Perang

Nathania Riris Michico
Anak di Yaman dalam kondisi kelaparan dan mengalami gizi buruk. (Foto: Mohammed Huwais/AFP/Getty Images)

Ketakutan penduduk sipil Yaman meningkat dalam beberapa pekan terakhir karena eskalasi pertempuran di sekitar kota pelabuhan Hodeidah di Laut Merah. Kota itu menjadi gerbang sekitar 80 persen aliran impor Yaman.

Bahkan, sejumlah kecil kerusakan fasilitas pelabuhan, dan penundaan pengiriman bantuan, berpotensi menyebabkan PBB mengumumkan bencana kelaparan yang meluas.

"Saya takut perang dan khawatir kita tidak akan punya makanan. Ini menyedihkan,” kata Suad, seorang ibu dari Nusair yang berusia 13 bulan.

Bocah 13 bulan itu adalah salah satu anak yang menderita kekurangan gizi akut yang sedang diobati Save the Children.

"Saya tidak bisa tidur, itu menyiksa, dan saya khawatir tentang anak-anak saya. Saya tidak bisa hidup jika ada bahaya yang menimpa mereka," ujarnya, seperti dikutip The Guardian, Jumat (23/11/2018).

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
8 hari lalu

Makkah Diserang, Mufti Agung Arab Saudi Keluarkan Seruan Jihad Lawan Kelompok Houthi

14 hari lalu

Dewan Keamanan PBB Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

14 hari lalu

Komentari Serangan Houthi, Khatib Masjidil Haram: Makkah Kebal dari Rencana Jahat Apa pun

16 hari lalu

Serangan Houthi ke Saudi Makan Korban Jiwa, 1 Orang Tewas Tertimpa Puing Drone di Taif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal