Nadia Murad, dari Budak Seks ISIS Jadi Peraih Hadiah Nobel Perdamaian

Nathania Riris Michico
Nadia Murad memberikan sambutan saat menerima Hadiah Nobel Perdamian bersama Denis Mukwege di Olso, Norwegia. (Foto: Reuters)

Nasib sekitar 3.000 perempuan dan remaja putri dari komunitas Murad yang ditangkap kelompok yang menamakan diri Negara Islam (ISIS) hingga kini tak diketahui.

"Para remaja yang masih belia dijual, dibeli, disekap, dan diperkosa setiap hari. Tak bisa dipahami, bagaimana pemimpin dari 195 negara tidak tergerak untuk membebaskan gadis-gadis ini," kata Murad.

Murad dipuji karena secara terbuka berani membeberkan dan membagikan pengalaman menjadi budak seks ISIS, dengan harapan dunia akan memberikan perhatian yang lebih besar atas nasib komunitas Yazidi.

Murad ditangkap oleh milisi ISIS pada 2014.

Dia merupakan satu dari sekitar 6.500 perempuan Yazidi yang diperlakukan sebagai "rampasan perang" oleh ISIS. Di tangan milisi ISIS, para perempuan ini dipaksa menjadi budak seks.

Banyak di antaranya yang diperkosa beramai-ramai setiap hari.

Ekhlas, yang kini bermukim di Jerman, diperkosa setiap hari selama enam bulan ketika disekap oleh ISIS. Saudara perempuannya hingga sekarang tak ditemukan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
14 hari lalu

Dikritik gegara Nobel Perdamaian, Norwegia Tolak Undangan Trump Gabung Dewan Perdamaian Gaza 

Internasional
21 hari lalu

Maria Machado Serahkan Nobel Perdamaian ke Trump saat Bertemu di Gedung Putih

Internasional
26 hari lalu

Militer AS dan Sekutu Gempur Suriah Lagi, Incar 35 Target ISIS

Internasional
28 hari lalu

Trump Ungkit Hadiah Nobel Perdamaian Lagi, Sebut Norwegia Bodoh

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal