PBB: Terlalu Cepat Mengirim Pengungsi Rohingya Kembali ke Myanmar

Nathania Riris Michico
Sebuah keluarga Muslim Rohingya, yang menyeberang dari Myanmar ke Bangladesh, berlindung di bawah selembar plastik ketika hujan turun di dekat kamp pengungsi di Bangladesh. (Foto: AP/Dar Yasin)

JENEWA, iNews.id - Penyelidik hak asasi manusia (HAM) PBB di Myanmar mendesak Bangladesh membatalkan rencana memulangkan kembali ratusan ribu pengungsi Rohingya ke Negara Bagian Rakhine. Dia bahkan memperingatkan para pengungsi tersebut akan menghadapi risiko tinggi penganiayaan jika dipulangkan.

Badan-badan PBB menyatakan, lebih dari 700 ribu pengungsi Rohingya menyeberang ke Bangladesh dari Myanmar barat. Eksodus itu terjadi setelah serangan gerilyawan Rohingya terhadap pasukan keamanan Myanmar pada Agustus 2017 memicu tindakan keras militer.

Kedua negara pada 30 Oktober sepakat memulai pemulangan kembali para pengungsi ke Myanmar pada pertengahan November. Namun, PBB menyatakan kondisi di Rakhine belum kondusif bagi para pengungsi.

"Mereka sangat takut nama mereka berada di daftar untuk dipulangkan, menyebabkan kesusahan dan penderitaan," kata pelapor khusus PBB untuk HAM di Myanmar, Yanghee Lee.

Laporan itu berdasarkan informasi yang kredibel dari para pengungsi di Cox's Bazar, Bangladesh.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 bulan lalu

Kapal Pengungsi Rohingya Terbalik di Perairan Malaysia-Thailand, Ratusan Orang Hilang

Nasional
2 tahun lalu

Wapres: Waspadai Sindikat TPPO di Balik Kedatangan Pengungsi Rohingya

Nasional
2 tahun lalu

Jokowi Akan Bahas Nasib Pengungsi Rohingya dengan Pemimpin Negara Lain di Jepang

Nasional
2 tahun lalu

Gen Z Tanya Penanganan Pengungsi Rohingya, Begini Jawaban Ganjar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal