Pemerintah Myanmar Ancam Media Asing yang Gunakan Istilah Junta dan Kudeta

Anton Suhartono
Pemerintahan Ming Aung Hlaing ancam media asing yang menggunakan istilah kudeta dan junta (Foto: Reuters)

YANGON, iNews.id - Pemerintah Myanmar yang dikendalikan militer mengancam akan menggugat media asing yang menyebutnya sebagai junta. Bukan hanya itu, pemerintah juga akan memperkarakan media yang menyebut perebutan kekuasaan pada 1 Februari lalu sebagai kudeta.

Kementerian Informasi Myanmar mengumumkan peringatan itu melalui surat kabar Global New Light of Myanmar, Rabu (30/6/2021).

"Beberapa kantor berita asing diperingatkan untuk tidak menggunakan lebih lanjut istilah dewan militer/junta militer/junta terhadap pemerintah di masa mendatang serta tidak mengutip dan membesar-besarkan berita palsu," demikian isi pernyataan, seperti dilaporkan kembali Reuters, Kamis.

Dilanjutkan, tindakan akan diambil terhadap mereka di bawah undang-undang yang berlaku jika menggunakan istilah yang salah serta membesar-besarkan dan menyebarkan informasi palsu.

Direktur Kementerian Informasi maupun juru bicara dewan militer tidak merespons permintaan berkomentar dari Reuters soal pengumuman ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
2 hari lalu

Teken Kerja Sama, Rusia Akan Kirim Kosmonaut Myanmar ke Luar Angkasa

1 bulan lalu

2 WNI Disandera di Myanmar, Pelaku Minta Tebusan Rp200 Juta

1 bulan lalu

Viral 2 WNI Diduga Disekap hingga Diperas Rp220 Juta di Myanmar, Polri Turun Tangan

1 bulan lalu

500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal