Pengadilan Spanyol Salah Artikan Pasal Pemerkosaan, Picu Aksi Protes

Nathania Riris Michico
Setelah vonis kontroversial pada kasus perkosaan April lalu, beragam unjuk rasa di Spanyol menentang budaya patriarki pengadilan. (Foto: Getty Images)

Dalam kasus di Lleida, kedua pelaku disebut menemui korban di sebuah bar. Dari sana, mereka lantas pergi ke klub malam.

Namun dua laki-laki itu kemudian menyeret korban ke jalanan sepi. Mereka memaksakan hubungan badan, permintaan yang ditolak korban.

Sang korban disebut memohon agar dua laki-laki itu menghentikan perbuatan mereka. Dia menangis, lalu muntah.

Para pelaku disebut memanfaatkan kondisi lemah korban, yang diduga disebabkan minuman beralkohol serta obat antidepresan.

Kondisi fisik itu membuat korban tak melawan. Atas dasar pertimbangan ini, hakim menganggap tak ada kekerasan atau paksaan dalam hubungan badan tersebut.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
18 hari lalu

Detik-Detik Kapal Bawa Turis Spanyol Tenggelam di Labuan Bajo, Serpihan Ditemukan

Destinasi
18 hari lalu

Kapal Wisata Bawa 6 Turis Spanyol Tenggelam di Labuan Bajo, Satu Keluarga Hilang

Internasional
29 hari lalu

Karyawan Perempuan Ini Dipecat karena Selalu Datang Lebih Awal ke Kantor, kok Bisa?

Internasional
29 hari lalu

PM Spanyol Pedro Sanchez Bangga Dukung Palestina: Waktu Membuktikan Kita Benar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal