Pengadilan Spanyol Salah Artikan Pasal Pemerkosaan, Picu Aksi Protes

Nathania Riris Michico
Setelah vonis kontroversial pada kasus perkosaan April lalu, beragam unjuk rasa di Spanyol menentang budaya patriarki pengadilan. (Foto: Getty Images)

Aksi itu digelar untuk memperingati hari penghapusan kekerasan terhadap perempuan yang jatuh pada 25 November.

Di sisi lain, tiga hakim dalam kasus di Lleida ternyata juga terlibat pada putusan kontroversial lain yang muncul pekan ini. Mereka membebaskan seorang laki-laki dari dakwaan percobaan pembunuhan.

Laki-laki itu disebut mengancam istrinya dengan pisau dapur. Dia juga mencekik istrinya di hadapan anak-anak mereka.

Sang istri selamat dari serangan itu, sementara suaminya dijatuhi hukuman penjara selama 10 tahun akibat kekerasan dalam rumah tangga.

Vonis itu tak sesuai dengan tudingan pengacara yang menyebut pelaku pantas diganjar dua tahun penjara karena kekerasan fisik yang nyata.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
5 hari lalu

Raja Norwegia Harald V Dilarikan ke Rumah Sakit di Spanyol

Internasional
1 bulan lalu

Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat Jadi 41 Orang, Spanyol Berlakukan 3 Hari Berkabung

Internasional
1 bulan lalu

Korban Tewas Tabrakan 2 Kereta Cepat di Spanyol Jadi 39 Orang, Penyebab Masih Misterius

Internasional
1 bulan lalu

Kejanggalan di Balik Tabrakan 2 Kereta Cepat Tewaskan 21 Orang di Spanyol

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal