Pengadilan Spanyol Salah Artikan Pasal Pemerkosaan, Picu Aksi Protes

Nathania Riris Michico
Setelah vonis kontroversial pada kasus perkosaan April lalu, beragam unjuk rasa di Spanyol menentang budaya patriarki pengadilan. (Foto: Getty Images)

Setelah serangkaian putusan pengadilan yang kontroversial ini, Pemerintah Spanyol meminta sejumlah pakar memperbarui hukum tentang kekerasan seksual.

Pemerintah Spanyol berharap definisi pemerkosaan yang baru dapat mencakup sejumlah kekerasan seksual.

Adapun, lembaga pemantau HAM, Amnesty International, mengkritik tidak adanya kebijakan Pemerintah Spanyol untuk membantu perempuan korban kekerasan seksual.

Dalam pernyataan tertulis mereka, Amnesty International menuding sistem hukum di Spanyol justru cenderung membuat korban tak bersuara atas kekerasan seksual yang mereka terima.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
20 hari lalu

Ganas! Gelombang Panas Renggut 16.300 Nyawa di Jerman

1 bulan lalu

Penampakan Gerhana Matahari Total Bikin Eropa Gelap Gulita di Siang Hari

2 bulan lalu

141 Imigran asal Maroko Tewas Nyeberang ke Spanyol, Tenggelam dan Terinjak-injak

2 bulan lalu

Iran Sebut Spanyol Diganggu AS dengan Krisis Perbatasan karena Menentang Perang Timur Tengah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal