Pengadilan Spanyol Salah Artikan Pasal Pemerkosaan, Picu Aksi Protes

Nathania Riris Michico
Setelah vonis kontroversial pada kasus perkosaan April lalu, beragam unjuk rasa di Spanyol menentang budaya patriarki pengadilan. (Foto: Getty Images)

Setelah serangkaian putusan pengadilan yang kontroversial ini, Pemerintah Spanyol meminta sejumlah pakar memperbarui hukum tentang kekerasan seksual.

Pemerintah Spanyol berharap definisi pemerkosaan yang baru dapat mencakup sejumlah kekerasan seksual.

Adapun, lembaga pemantau HAM, Amnesty International, mengkritik tidak adanya kebijakan Pemerintah Spanyol untuk membantu perempuan korban kekerasan seksual.

Dalam pernyataan tertulis mereka, Amnesty International menuding sistem hukum di Spanyol justru cenderung membuat korban tak bersuara atas kekerasan seksual yang mereka terima.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
5 hari lalu

Raja Norwegia Harald V Dilarikan ke Rumah Sakit di Spanyol

Internasional
1 bulan lalu

Korban Tewas Tabrakan Kereta Cepat Jadi 41 Orang, Spanyol Berlakukan 3 Hari Berkabung

Internasional
1 bulan lalu

Korban Tewas Tabrakan 2 Kereta Cepat di Spanyol Jadi 39 Orang, Penyebab Masih Misterius

Internasional
1 bulan lalu

Kejanggalan di Balik Tabrakan 2 Kereta Cepat Tewaskan 21 Orang di Spanyol

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal