Alfonso de Lamartine memuji keteguhan hati Muhammad SAW yang berdakwah selama 13 tahun di Kota Makkah. Menurut Lamartine, saat menyampaikan risalah di tengah musuh-musuhnya serta di tengah masyarakat, Nabi Muhammad menampilkan sosok ksatria, berani, dan sabar dalam menentang kaum musyrik penyembah berhala.
Semangatnya dalam menyebarkan risalah, peperangan yang dia jalani dengan kekuatan tidak seimbang, ambisinya yang sepenuhnya ditujukan untuk menyebarkan firman Tuhan dan menegakkan dogma yang benar, sama sekali tidak bercita-cita untuk mendirikan kerajaan.
"Semua bukti ini menunjukkan bahwa Muhammad didukung oleh iman tak tergoyahkan dan dogma yang benar untuk membebaskan manusia dari penindasan dan kehinaan. Keyakinan yang menyelimuti jiwanya ini adalah sumber kekuatannya dalam menghidupkan kembali ide agung yang menghancurkan dewa-dewa palsu dan memperkenalkan cara berpikir baru terkait dengan keadaan dan urusan manusia," katanya.
"Orator, Rasul, pembuat undang-undang, pejuang, penakluk ide-ide, pembangun dogma rasional dari suatu agama tanpa berhala, pendiri 20 imperium dunia dalam 1 imperium spiritual. Dialah Muhammad. Merupakan segala standar untuk mengukur kebesaran manusia. Kita boleh bertanya, adakah orang yang lebih besar daripada dia?
Michael H Hart dalam bukunya “The 100, A Ranking of the Most Influential Persons in the History", menulis, “Pilihan saya untuk menempatkan Muhammad (SAW) sebagai orang paling berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan para pembaca dan mungkin dipertanyakan oleh yang lain. Tetapi dialah satu-satunya orang dalam sejarah yang sangat sukses, baik di tingkat duniawi maupun agama."