Penyanyi will.i.am Tuduh Pramugari Qantas Airlines Rasis saat Penerbangan di Australia

Nathania Riris Michico
Vokalis band Black Eyed Peas, will.i.am. (FOTO: Richard Shotwell/Invision/AP, File)

"Alhamdulillah para penumpang lainnya bersaksi bahwa DIA (pramugri) berada di luar kendali," lanjutnya.

"Polisi akhirnya membiarkan saya pergi."

will.i.am mengaku suydah mematuhi dengan cepat dan sopan semua instruksi untuk meletakkan laptopnya.

"Saya tidak ingin percaya dia rasis. Tapi dia jelas-jelas mengarahkan semua kekesalannya hanya pada orang kulit berwarna."

Seorang juru bicara Qantas menegaskan bahwa pihaknya membantah tudingan bahwa rasisme adalah faktor dalam insiden itu.

"Ada kesalahpahaman dalam penerbangan, yang tampaknya diperburuk oleh will.i.am mengenakan headphone peredam kebisingan dan tidak mendengar instruksi dari kru," kata juru bicara itu.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
7 hari lalu

Australia Tolak Masuk Influencer Israel Penghina Islam

Nasional
7 hari lalu

Kejagung Pastikan Jurist Tan Masih Berstatus WNI, Aset Terus Ditelusuri

Nasional
21 hari lalu

Airlangga Ungkap Tanah Merauke Baik untuk Pertanian, Lebih Unggul dari Australia

Internasional
1 bulan lalu

Israel Tuding Negara-Negara Barat Gagal Lindungi Orang Yahudi

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal