Perang 2 Tahun Bikin Ekonomi Sudan Kembali ke Zaman Kuno

Anton Suhartono
Dua tahun perang saudara di Sudan menyeret perekonomian negara itu kembali ke era pra-modern (Foto: AP)

Konflik antara pasukan pemerintah dan RSF terus membesar, terutama setelah RSF berhasil menduduki Kota El Fasher yang sebelumnya dikuasai pemerintah beberapa bulan lalu. Serangan brutal dan pembunuhan ribuan warga sipil menambah panjang deret kesengsaraan rakyat Sudan.

Uang Tak Lagi Bernilai

Di banyak wilayah Sudan, uang kertas praktis tak lagi memiliki fungsi sebagai alat tukar. Sistem perbankan yang hancur membuat transaksi tunai tak dapat dilakukan.

“Saya tidak memegang uang kertas selama lebih dari 9 bulan,” kata Ali, seorang pegawai negeri sipil (PNS).

Barang rumah tangga yang dulu dianggap biasa, seperti kursi, cangkul, atau peralatan dapur, kini berubah menjadi “mata uang” baru.

Ali bahkan pernah menukar cangkul dan kursi dengan tiga karung sorgum (sereal), sementara warga lain menukar barang-barang seperti tepung, gula, atau jagung untuk mendapatkan layanan sehari-hari.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Biadab! Pasukan Pemberontak Bom Masjid di Sudan saat Anak-Anak Belajar Alquran

57 tahun lalu

Horor! Serangan Drone Milisi RSF di Sudan Tewaskan 24 Orang, Termasuk 8 Anak

57 tahun lalu

Dubes Sudan Ungkap Negaranya Diacak-acak Asing karena Kaya Sumber Daya Alam

57 tahun lalu

Nah, Elon Musk Sebut Perang Saudara di AS Telah Pecah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal