PM Armenia Jadi Sasaran Pembunuhan Usai Sepakati Perdamaian dengan Azerbaijan

Arif Budiwinarto
Perdana Menteri (PM) Armenia Nikol Pashinyan lolos dari upaya pembunuhan yang dirancang sejumlah mantan jenderal. (foto: AFP)

Kesepakatan gencatan senjata menyeluruh antara Armenia dan Azerbaijan menghentikan perang terbaru antara dua negara pecahan Uni Soviet yang telah berlangsung sejak 27 September lalu. Armenia mengklaim lebih dari 2.000 orang tewas selama enam pekan pertempuran di Nagorno-Karabakh, sedangkan Azerbaijan menolak merilis kerugian dari pihaknya.

Berdasarkan kesepakatan terbaru, sebanyak 2.000 tentara penjaga perdamaian Rusia dikerahkan ke wilayah tersebut. Kesepakatan tersebut juga melibatkan Turki--yang merupakan pendukung Azerbaijan selama perang dengan separtis Armenia berkecamuk.

Wilayah Nagorno-Karabakh di Kaukasus diakui internasional masuk dalam teritori Azerbaijan, namun sejak awal 1990-an etnis Armenia memegang kendali militer atas seluruh Nagorno Karabakh dan sebagian wilayah Azerbaijan di sekitarnya.

Pascaperang terbaru, Armenia telah kehilangan sebagian besar daerah kantong itu sendiri serta wilayah sekitarnya.

Editor : Arif Budiwinarto
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Nah, Rusia Ungkap Kemungkinan Rencana AS Kerahkan Pasukan ke Perbatasan Iran

3 bulan lalu

Pemuda Asal Sulsel Tewas Dibunuh di Armenia, 6 WNI Ditangkap

1 tahun lalu

Ditengahi Trump, Armenia dan Azerbaijan Berdamai Setelah Perang Puluhan Tahun

2 tahun lalu

Armenia Kian Condong ke NATO, Rusia Khawatirkan Masa Depan Yerevan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal