Pria dan Pamannya Dibakar Hidup-Hidup karena Desas-Desus di Whatsapp

Nathania Riris Michico
Penduduk mengacungkan telepon genggam untuk merekam saat Ricardo dan pamanya, Alberto dibakar. (Foto: ENFOQUE)

Seorang pria membunyikan lonceng gereja kota, lonceng yang dibunyikan untuk menghimpun kerumunan orang pada hari itu. (Foto: BRETT GUNDLOCK)

Polisi mengatakan, tidak terdapat bukti kedua pria itu melakukan kejahatan. Adapun mereka dibawa ke pos karena "mengganggu ketertiban" setelah didatangi penduduk setempat.

Namun, kerumunan di luar kantor polisi di Reforma Street mengartikan kehadiran kedua pria tersebut dalam versi berbeda, dibumbui cerita yang yang asalnya tidak jelas dan menyebar lewat pesan pribadi WhatsApp.

"Semua orang harap waspada karena adanya wabah penculikan anak di negara ini," demikian pesan yang berpindah dari satu telepon selular ke telepon selular lainnya.

"Seperti para penjahat ini yang terlibat dalam perdagangan organ tubuh. Dalam beberapa hari terakhir, anak berumur empat, delapan, dan 14 tahun menghilang dan sebagian anak ini ditemukan meninggal dengan organ tubuh yang dicabut. Perut mereka dibuka dan dikosongkan."

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Eks ART Erin Ungkap Syarat Damai, jika Tak Dipenuhi Kasus Jalan Terus ke Persidangan

57 tahun lalu

Kasus Dugaan Penganiayaan Eks ART Naik Sidik, Erin Wartia Jadi Tersangka?

57 tahun lalu

Presiden Korsel Lee Jae Myung Murka Negaranya Tersingkir di Piala Dunia: Tidak Kompeten!

57 tahun lalu

Tega Sekap dan Aniaya Pacar, Apakah Taufik Hidayat Psikopat? Ini Penjelasan Psikolog

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal