TEPI BARAT, iNews.id - ProfilMohammad Mustafa, perdana menteriPalestina yang baru menarik untuk diketahui. Mustafa ditunjuk sebagai Perdana Menteri (PM) Palestina yang baru, Kamis (14/3/2024), menggantikan Mohammed Shtayyeh yang mundur pada Februari lalu. Tugas berat menanti pakar ekonomi Palestina itu.
Presiden Mahmoud Abbas memberi tugas kepada Mustafa untuk mengoordinasikan bantuan terhadap warga Gaza serta merekonstruksi wilayah itu pasca-perang.
Pria kelahiran Kota Tulkarem, Tepi Barat, itu meraih gelar PhD di bidang Administrasi Bisnis dan Ekonomi dari George Washington University, Amerika Serikat. Dia juga pernah bekerja di Bank Dunia di Washington DC.
Mustafa bukan orang baru di Pemerintah Otoritas Palestina (PA). Beberapa jabatan pernah dipegangnya. Dia pernah memimpin perusahaan telekomunikasi Paltel serta jabatan yang terakhir diembannya adalah memimpin Dana Investasi Palestina (PIF) dengan aset senilai hampir 1 miliar dolar AS. Dana dari lembaga tersebut digunakan untuk membangun proyek-proyek di seluruh wilayah Palestina.
Dia juga pernah menjadi anggota Komite Eksekutif Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang dipimpin Abbas. PLO mengakui Israel pada awal proses perdamaian pada 1993 seraya berharap bisa mendirikan negara Palestina di wilayah yang direbut oleh Israel dalam Perang Arab-Israel 1967, meliputi Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Yerusalem Timur.