Ratusan Warga Selandia Baru Hubungi Polisi untuk Serahkan Senjata

Nathania Riris Michico
Petugas polisi bersenjata mengamankan wilayah Christchurch sebelum salat Jumat di Hagley Park. (Foto: Reuters)

CHRISTCHURCH, iNews.id - Ratusan warga Selandia Baru menghubungi pihak berwenang dalam rangka menyerahkan senjata api yang mereka miliki, beberapa jam setelah Perdana Menteri Jacinda Ardern mengumumkan larangan senjata gaya militer setelah pembantaian masjid Christchurch.

Dilaporkan AFP, Jumat (22/3/2019), hal itu diinformasikan oleh pihak kepolisian, Jumat (22/3/2019). Namun, polisi juga mengatakan bahwa beberapa orang membanjiri situs web mereka dengan laporan kepemilikan senjata "palsu".

Aturan yang ditetapkan Ardern meminta warga untuk menyerahkan senjata; dan larangan itu mulai berlaku pukul 15.00 kemarin, Kamis (0200 GMT).

Menanggapi pembantaian 50 Muslim sepekan lalu oleh pria penganut supremasi kulit putih, pemerintahan Ardern melarang senjata semi-otomatis, senapan serbu, magazines berkapasitas tinggi, serta bagian lain yang bisa memodifikasi senjata menjadi lebih mematikan.

Pria bersenjata itu, seorang warga negara Australia yang tinggal di Kota Dunedin, Selandia Baru bagian selatan, membeli senjata-senjata itu secara sah, termasuk dua senapan semi-otomatis yang dimodifikasi, yang digunakan untuk melakukan pembantaian.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
11 hari lalu

Mobil Rombongan Polisi Ditembaki KKB di Tolikara, 1 Anggota Terluka

14 hari lalu

Penambakan Brutal di SMA Filipina, Pelaku Siarkan Langsung Aksinya di Media Sosial

24 hari lalu

Polisi Pastikan Wamenpar Tak di Lokasi Festival Lembah Baliem saat Penembakan

24 hari lalu

Reaksi Keras PM Thailand usai Penembakan di Sekolah Tewaskan 8 Orang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal