Rusia-China Kalah Voting di DK PBB, Agenda Sanksi Iran Tetap Berlanjut

Anton Suhartono
Rusia dan China gagal menghentikan pembahasan mengenai pemberlakuan kembali sanksi internasional terhadap Iran di Dewan Keamanan (DK) PBB (Foto: AP)

Salah satu ketentuan dalam kesepakatan tersebut adalah mekanisme snapback. Klausul itu memungkinkan sanksi PBB diberlakukan kembali apabila Iran dinilai melakukan pelanggaran terhadap JCPOA.

Iran kemudian dianggap melanggar kesepakatan setelah meningkatkan pengayaan uranium di atas ambang batas yang ditetapkan.

Teheran menyatakan langkah tersebut dilakukan setelah Amerika Serikat di bawah pemerintahan pertama Presiden Donald Trump menarik diri dari JCPOA dan kembali memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Iran.

Meski Rusia dan China menilai mekanisme snapback tidak lagi memiliki dasar hukum, voting di DK PBB menunjukkan upaya mereka untuk menghentikan agenda tersebut gagal.

Berdasarkan aturan DK PBB, pemungutan suara terkait prosedur tidak dapat digagalkan oleh hak veto anggota tetap. Agenda prosedural membutuhkan sedikitnya sembilan suara dukungan untuk disahkan.

Dengan hasil 11 suara mendukung, pembahasan mengenai sanksi Iran pun tetap berjalan, sekaligus memperlihatkan tajamnya perbedaan sikap antara Rusia-China dan negara-negara Barat di DK PBB.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
10 jam lalu

Pidato di Peringatan 9/11, Menhan AS: Kita Akan Tuntaskan Perang Lawan Iran

20 jam lalu

Bahlil Pastikan Perusahaan Raksasa Rusia bakal Bangun Pabrik Alumina di Kalimantan

21 jam lalu

Lesu, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.611 per Dolar AS

21 jam lalu

Virus Baru ALTNV Mematikan? Ini Jawabannya!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal