Sadis! Junta Militer Myanmar Disebut Gunakan Pandemi Covid untuk Habisi Lawan Politik

Ahmad Islamy Jamil
Dalam sepekan terakhir, angka kematian per kapita akibat Covid di Myanmar melampaui Indonesia dan Malaysia. (Foto: Reuters)

YANGON, iNews.id – Para aktivis menuduh militerMyanmar menggunakan pandemi Covid untuk mengonsolidasikan kekuasaan dan menghabisi lawan-lawan politik atau kelompok oposisi. Penguasa junta di negeri itu pun dikatakan pilih kasih dalam memberikan pelayanan atau perawatan kepada pasien virus corona.

Dalam sepekan terakhir, angka kematian per kapita akibat Covid di Myanmar melampaui Indonesia dan Malaysia. Hal itu menjadikannya sebagai yang terburuk di Asia Tenggara. Sistem perawatan kesehatan yang lumpuh di negara itu dengan cepat menjadi kewalahan dengan terus bertambahnya pasien Covid baru.

Pasokan oksigen medis hampir habis. Sementara, pemerintah membatasi penjualan barang itu di banyak tempat, dengan dalih mencegah penimbunan. Akan tetapi, langkah semacam itu justru semakin menimbulkan kecurigaan bahwa stok oksigen sengaja diarahkan bagi para pendukung junta dan berbagai rumah sakit yang dikelola militer.

Pada saat yang sama, para pekerja medis di Myanmar juga menjadi sasaran penindasan setelah mereka memelopori gerakan protes sipil dan menyerukan para profesional dan pegawai negeri agar tidak bekerja sama dengan pemerintah junta militer.

“Mereka (junta) telah berhenti membagikan alat pelindung diri (APD) dan masker. Mereka tidak akan membiarkan warga sipil yang mereka curigai mendukung gerakan demokrasi dirawat di rumah sakit,” kata mantan pakar HAM Myanmar untuk PBB, Yanghee Lee, dikutip Associated Press, Jumat (30/7/2021).

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
8 hari lalu

Brutal! Pasukan Myanmar Bombardir Pasar di Komunitas Rohingya, 33 Orang Tewas

10 hari lalu

Tragis! 14 Tentara Kazakhstan Tewas saat Latihan Perang, Tersapu Gelombang Laut

14 hari lalu

Bahlil Ungkap Alasan Belum Teken Kesepakatan Jaringan Listrik ASEAN

15 hari lalu

Mantan Bintang Arsenal Terancam 5 Tahun Penjara Gegara Sertifikat Vaksin Covid-19 Palsu

15 hari lalu

Rusia Siap Tingkatkan Serangan ke Ukraina usai Moskow Dihantam Ribuan Drone

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal