Sejarah Shut Down Pemerintah AS, Paling Banyak Ronald Reagan

Anton Suhartono
Konsep shut down bermula pada 1980-an ketika Kantor Pengacara Umum menafsirkan Undang-Undang Anti-Defisiensi (Antideficiency Act) (Foto: AP)

Kemudian di periode kedua, shut down terulang akibat perbedaan sengit Partai Republik dan Partai Demokrati soal isu imigran.

Dampak Shut Down

  • Pegawai federal: Banyak yang dirumahkan tanpa gaji, meski biasanya menerima pembayaran kembali setelah shut down berakhir.
  • Pelayanan publik: Taman nasional ditutup, visa dan paspor tertunda, hingga penelitian ilmiah terhenti.
  • Ekonomi: Shut down berkepanjangan bisa mengurangi pertumbuhan ekonomi AS dan mengguncang pasar global.
  • Politik: Menjadi ajang tarik ulur antara Presiden dan Kongres, yang sering berakhir pada kerugian reputasi bagi salah satu pihak.

Simbol Kebuntuan Politik

Shut down kini dianggap sebagai simbol kegagalan kompromi politik di Washington. Setiap kali terjadi, rakyat Amerika menanggung ketidakpastian, sementara dunia ikut mengawasi karena kebijakan fiskal AS berpengaruh global.

Ke depan, shut down masih mungkin terjadi selama polarisasi politik di AS tetap kuat. Bagi banyak pihak, fenomena ini menjadi pengingat bahwa stabilitas demokrasi modern pun bisa terganggu oleh tarik-menarik kepentingan politik.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Perkasa, Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.860 per Dolar AS

57 tahun lalu

Geger! Tulisan Raksasa Misterius "8647" Muncul di National Mall Washington DC, Apa Artinya?

57 tahun lalu

Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya

57 tahun lalu

Yusril Soroti Hubungan Baik Prabowo dan Trump, Indonesia-AS Kian Mesra

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal