Sosok Ismail Haniyeh, Pemimpin Hamas yang Surati Jokowi Minta Dukungan untuk Gaza

Ahmad Islamy Jamil
Pemimpin Hamas, Ismail Haniyeh. (Foto: Ist.)

Haniyeh diberhentikan sebagai perdana menteri oleh Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Kendati demikian, secara de facto dia tetap menjadi pemimpin gerakan politik rakyat Palestina di Jalur Gaza.

Pada 2010, pada konferensi pers di Gaza, Haniyeh mengatakan dia akan menerima batas-batas Negara Palestina sesuai perjanjian 1967, dengan Yerusalem sebagai ibu kotanya. Dia juga menyatakan pemerintahan Hamas akan bersedia bekerja dengan Barat yang ingin membantu rakyat Palestina mendapatkan kembali hak-hak mereka.

Selama Perang Israel 2014 di Gaza, dua keponakan Haniyeh tewas. Sebagian rumahnya hancur ditembak Israel.

Pada 6 Mei 2017, Haniyeh terpilih menjadi kepala biro politik Hamas.

Dalam sebuah artikel opini yang ditulisnya untuk The Guardian pada 2007, Haniyeh mengungkapkan kesediaannya untuk mencari jalan perdamaian dengan Israel. Pernyataannya itu berbeda dengan sikap yang dideklarasikan oleh Hamas kala itu. 

“Jika Israel serius tentang perdamaian, ia harus mengakui hak-hak dasar rakyat kami,” tulis Haniyeh dalam artikel tersebut.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
6 jam lalu

Jokowi Ingatkan Pemegang Kekuasaan: Jangan Suka Menjatuhkan, Jabatan Hanya Sementara

12 jam lalu

Brutal! Pasukan Israel Ledakkan Panti Jompo di Lebanon

15 jam lalu

Badan Intelijen Israel Evakuasi Anak Netanyahu dari AS, Takut Dibunuh Iran

3 hari lalu

Dokter Tifa Manfaatkan Sidang Ijazah Jokowi Jadi Tempat Riset: Supaya Dunia Internasional Tahu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal