Tak Rela Israel Gencatan Senjata dengan Hamas, Menteri Radikal Ben Gvir Ancam Mundur 

Anton Suhartono
Itamar Ben Gvir mengancam akan mengundurkan diri jika pemerintahan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu (Foto: AP)

Sementara itu Smotrich mengataka pada Senin (13/1/2025), menolak kesepakatan dengan Hamas. Namun dia enggan keluar dari pemerintahan.

Mayoritas menteri Israel diperkirakan akan mendukung kesepakatan gencatan senjata bertahap tersebut.

Serangan Israel ke Gaza sejak 7 Oktober 2023 telah menewaskan 46.000 orang lebih. Sebagian besar perempuan dan anak-anak.

Sementara itu di pihak Israel, sekitar 1.200 orang tewas. Selain itu sekitar 250 orang disandera, namun sekitar 100 di antaranya telah dibebaskan dalam gencatan senjata pada November 2023. Sisa sandera yang masih hidup diperkirakan tak lebih dari 100 orang.

Beberapa keluarga sandera menentang kesepakatan tersebut karena khawatir Hamas hanya akan membebaskan sebagian saja. Berdasarkan kesepakatan itu, dalam gencatan senjata tahap pertama yang berlangsung 42 hari, Hamas akan membebaskan 34 sandera Israel.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
1 hari lalu

DPR AS Sahkan UU Hentikan Bantuan Dana untuk Kampus yang Boikot Israel

1 hari lalu

Israel Bakal Usir 1,86 Juta Warga Gaza dalam 7 Tahun

2 hari lalu

Israel Ingin Usir Seluruh Warga Gaza, Menhan Katz: Tak Ada Solusi Lain

2 hari lalu

Netanyahu Diam-Diam Masuki Gaza, Bersumpah Tak Akan Tarik Pasukan Israel

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal