Tim Pencari Fakta PBB: AS Mungkin Lakukan Kejahatan Perang di Iran

Anton Suhartono
Misi pencari fakta PBB mengungkap kemungkinan AS melakukan kejahatan perang di Iran terkait serangan terhadap sekolah di Kota Minab (Foto: AP)

Temuan tersebut berkesimpulan, ada alasan yang cukup untuk meyakini bahwa pasukan AS bertanggung jawab atas serangan terhadap Sekolah Dasar (SD) Shajareh Tayyebeh di Kota Minab yang menewaskan lebih dari 150 orang, termasuk sekitar 120 anak-anak.

Serangan tanpa pandang bulu yang menyebabkan kematian warga sipil dan kerusakan infrastruktur sipil merupakan kejahatan perang menurut hukum internasional.

Menurut laporan tersebut, kegagalan AS untuk memperbarui informasi terkait SD Shajareh Tayyebeh, yang lokasinya berdekatan dengan kompleks Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) lebih dari sekadar kelalaian.

"Sebaliknya, AS mengarahkan serangan ke gedung sekolah tersebut padahal menyadari risiko besar mengenai objek sipil dan bertindak sembrono mengenai potensi hal itu terjadi," demikian isi pernyataan.

Dalam laporan yang sama, Misi Pencari Fakta Internasional Independen juga mengungkap otoritas Iran melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan dalam merespons demonstrasi nasional, termasuk pembunuhan, penyiksaan, dan penganiayaan.

Para pejabat AS berdalih operasi militer dilakukan sesuai hukum konflik bersenjata. Iran juga menolak tuduhan pelanggaran hak asasi manusia (HAM) secara sistematis terkait demonstrasi tersebut.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
6 jam lalu

Kaget! Kanselir Jerman Bilang Era Persahabatan Eropa-AS sejak Perang Dunia II Telah Berakhir

7 jam lalu

Sedang Perang, AS Tetap Izinkan Presiden Iran Hadiri Sidang Umum PBB di New York

7 jam lalu

Terungkap! Iran Gempur Kantor Misi Diplomatik AS di Irak 600 Kali, Kerugian Tembus Rp2,8 Triliun

8 jam lalu

AS Tak Izinkan Presiden Mahmoud Abbas Hadiri Sidang Umum PBB, Ini Reaksi Palestina

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal