Tragedi Lillehammer, saat Agen Mossad Israel Gagal Total Bunuh Pangeran Merah Palestina

Riezky Maulana
Pasukan Mossad, agen intelijen paling top Israel membawa tawanan, beberapa waktu lalu. Dalam sejarahnya, Mossad pernah keliru menembak mati sasaran. (Foto: Ilustrasi/Haaretz).

Pada 1996, Israel setuju untuk berunding mengenai kompensasi terhadap keluarga Bouchikhi. Keputusan itu datang setelah dua hari sebelumnya Perdana Menteri Shimon Peres menolak permintaan Norwegia agar Israel bertanggung jawab atas pembunuhan kejam itu.

“Setelah 23 tahun, inilah saatnya untuk menutup skor (menyelesaikan kasus tersebut)," kata Duta Besar Israel untuk Norwegia, Michael Shiloh, dikutip dari New York Times.

Pemimpin PLO (almarhum) Yasser Arafat. (Foto: Ist).

Tragedi Lillehammer akan dikenang sebagai operasi gagal Mossad. Kendati demikian, mereka akhirnya benar-benar menghabisi Ali Hassan Salameh.

Pangeran Merah tewas akibat bom mobil yang diledakkan dari jarak jauh oleh Mossad pada 22 Januari 1979. Upacara pemakamannya dihadiri ribuan rakyat Palestina dan pemimpin PLO Yasser Arafat.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Buletin
19 jam lalu

Iran Luncurkan Rudal Penghancur 1 Ton ke Wilayah Israel dan Pangkalan AS

Buletin
19 jam lalu

Israel Dihujani Ratusan Rudal Hizbullah, Ribuan Warga Panik Selamatkan Diri

Internasional
1 hari lalu

Israel Tutup Masjid Al Aqsa Hampir 2 Minggu, Ini Peringatan Keras Hamas

Nasional
1 hari lalu

Indonesia, Saudi hingga Turki Kutuk Keras Ulah Israel Tutup Masjid Al Aqsa

Internasional
1 hari lalu

Gubernur California Kritik Keras Netanyahu, Sebut Israel Negara Apartheid

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal