Trump Sebut 30.000 Orang di Ukraina Tewas dalam Perang Lawan Rusia

Anton Suhartono
Donald Trump mengungkap 30.000 orang di Ukraina tewas akibat perang dengan Rusia (Foto: AP)

Meski mengklaim perdamaian semakin dekat, Trump mengingatkan bahwa kemajuan masih rapuh dan dapat berubah sewaktu-waktu. Dia menyoroti sikap Rusia dan Ukraina yang kerap berubah dalam keinginan untuk mengakhiri perang.

Perang Rusia-Ukraina menjadi konflik terbesar di Eropa sejak Perang Dunia II. Selain menelan puluhan ribu korban jiwa, perang ini juga berdampak luas terhadap pasar energi global, rantai pasokan pangan, serta dinamika aliansi keamanan internasional.

Amerika Serikat bersama sekutu NATO terus memberikan dukungan militer dan keuangan kepada Ukraina, sementara upaya diplomatik untuk menghentikan pertempuran semakin digencarkan di tengah meningkatnya kerugian di medan perang.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
6 jam lalu

Penembakan di Acara Gedung Putih, Pelaku Didakwa Berusaha Bunuh Trump

Internasional
9 jam lalu

Trump Disebut sebagai Presiden Paling Banyak Diserang dalam Sejarah AS

Buletin
1 hari lalu

Cole Tomas Alle Pelaku Penembakan Acara Trump Ternyata Peraih Gelar Master Ilmu Komputer

Internasional
1 hari lalu

Sosok Cole Allen Pelaku Penembakan Acara Trump, Lulusan S2 Ilmu Komputer yang Jadi Guru

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal