WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengkritik keras Norwegia karena tidak menghadiahkannya Hadiah Nobel Perdamaian 2025. Padahal dia telah mendamaikan delapan perang dan konflik sejak menjabat untuk periode kedua.
“Ingat juga, saya seorang diri menghentikan 8 perang, dan Norwegia, anggota NATO, dengan bodohnya memilih untuk tidak memberi saya Hadiah Nobel Perdamaian," kata Trump, dalam posting-an di Truth Social, dikutip Kamis (8/1/2026).
Dia lalu menegaskan, yang terpenting adalah menyelamatkan jutaan nyawa manusia.
Trump pada awal Desember lalu menyebut dirinya berhak mendapat Hadiah Nobel Perdamaian atas setiap perang dan konflik yang dia damaikan. Ada delapan perang dan konflik yang dia damaikan selama menjabat sebagai presiden AS periode kedua.
"Saya seharusnya mendapat Hadiah Nobel untuk setiap perang (yang didamaikan), tapi saya tidak ingin serakah," kata Trump, saat rapat kabinet di Gedung Putih.
Komite Nobel di Norwegia memberikan hadiah bergengsi tersebut kepada pemimpin oposisi Venezuela Maria Corina Machado karena dianggap memperjuangkan demokrasi di negara Amerika Latin tersebut.
Gedung Putih sempat memprotes keputusan Komite Nobel itu karena menganggap Trump lebih layak mendapatkannya.\