Tuti Dieksekusi, Pemerintah Didesak Batalkan Pengiriman TKI ke Saudi

Nathania Riris Michico
Tuti Tursilawati dieksekusi mati di Saudi. (Foto: Youtube)

JAKARTA, iNews.id - Aktivis Migrant Care, Anis Hidayah, meminta pemerintah meninjau kembali rencana pengiriman 30 ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi. Ini menyusul eksekusi mati TKI Tuti Tursilawati di Saudi pada 29 Oktober 2018.

Rencana pengiriman puluhan ribu TKI tersebut merupakan kesepakatan antara Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri dengan Menteri Tenaga Kerja dan Pembangunan Sosial Kerajaan Arab Saudi.

Menurut Anis, kerja sama tersebut perlu dievaluasi agar kasus yang dialami Tuti Tursilawati tidak terulang lagi pada masa mendatang. Apalagi, ujarnya, tidak ada pelibatan publik dalam proses penyusunan poin-poin dalam kesepatan tersebut.

"Sama sekali, tidak ada komunikasi publik, tidak ada pelibatan masyarakat sipil. Sama sekali tertutup konsepnya. Bahkan kita sampai hari ini, kita tidak tahu isi perjanjian yang ditandatangani antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Arab Saudi," jelas Anis, Kamis (1/11/2018).

Anis menambahkan, lembaganya sudah meminta informasi tentang isi kesepakatan bilateral antara Indonesia dan Saudi sepekan lalu. Namun, masih belum juga mendapatkan isi perjanjian tersebut dari Kementerian Tenaga Kerja.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
3 hari lalu

Houthi Serang Bandara King Fahd Arab Saudi, 1 Orang Tewas 8 Luka

3 hari lalu

Alasan Inggris Bantu Saudi Hadapi Houthi, Kirim Jet Tempur Typhoon dan Pesawat Tanker

3 hari lalu

Banjir Bandang di Makkah Makan Korban Jiwa

3 hari lalu

Iran: Arab Saudi dan Houthi Cueki Tawaran Mediasi Konflik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal