Waduh! Ukraina Harus Relakan Wilayahnya Direbut Rusia untuk Sepakati Perjanjian Damai

Anton Suhartono
Amerika Serikat dilaporkan bakal mengakui Krimea sebagai wilayah Rusia dalam kesepakatan damai yang akan datang (Foto: AP)

Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri (Deplu) AS tidak memberikan komentar terkait laporan Bloomberg tersebut.

Konsesi tersebut merupakan sinyal terbaru bahwa Trump ingin sekali mempercepat tercapainya kesepakatan gencatan senjata Rusia-Ukraina. Apalagi Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio pada Jumat kemarin mengancam bahwa AS akan menghentkan mediasi jika tak ada kemajuan yang dicapai dalam beberapa hari mendatang.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky berulang kali menegaskan tidak akan menyerahkan wilayahnya kepada Rusia.

Di sisi lain, sikap AS jelas keuntungan bagi Presiden Rusia Vladimir Putin. Rusia sejak lama meminta pengakuan internasional atas kedaulatan Rusia di Krimea. 

Meski demikian Rusia sejauh ini menolak proposal Trump untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
8 jam lalu

Serang Iran Tanpa Izin Kongres, Menhan AS Pete Hegseth Dituduh Salah Gunakan Jabatan

9 jam lalu

Iran Gempur Kantor-Kantor Diplomatik AS di Timur Tengah, Nilai Kerusakan Capai Rp3,3 Triliun

10 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Melemah ke Rp17.696 per Dolar AS, Ini Penyebabnya

11 jam lalu

Bukti Ganasnya Pembalasan Iran, Foto-Foto Kehancuran Pangkalan Militer AS Dirilis Media

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal