Warga Donggala Kisahkan Ngerinya saat Gempa dan Tsunami Menerjang

Nathania Riris Michico
Bangunan yang hancur akibat gempa di Palu. (Foto: Reuters)

"Saya bahkan tidak bisa mengenali lagi wajah anak saya. Hanya pakaiannya," ujar Rainaldi.

"Secara fisik tidak bisa lagi dikenali. Saya sangat sedih. Hancur rasanya. Dia anak saya satu-satunya. Satu-satunya. Dia masih kecil begitu," katanya.

Mayat sejumlah korban gempa dan tsunami disemayamkan di salah satu masjid di Desa Boya, Donggala. (ABC: Phil Hemingway)

Sampai kemarin, setidaknya 20 orang dilaporkan meninggal di Donggala, dan jumlah yang sama dilaporkan masih hilang.

Mereka yang kehilangan anggota keluarganya mendatangi masjid itu sepanjang hari kemarin. Di sana, banyak mayat yang disemayamkan.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Update Gempa M6,7 Palu: Korban Tewas Bertambah Jadi 3 Orang, 6.412 Warga Terdampak

57 tahun lalu

Update Gempa M6,7 Palu Sulteng: 1 Orang Tewas, 312 Warga Terdampak

57 tahun lalu

Palu Diguncang Gempa M 6,7! Warga Panik Berhamburan, Sejumlah Bangunan Dilaporkan Rusak

57 tahun lalu

Badan Geologi Ungkap Penyebab Gempa Palu M 4,8, Dipicu Aktivitas Sesar Aktif

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal