Tragedi Cikini, Bung Karno Nyaris Tewas Dibunuh dengan Ledakan 5 Granat di Sekolah Guntur dan Mega

Maria Christina Malau
Presiden Soekarno menghadiri acara ulang tahun Sekolah Perguruan Cikini (Percik) Jakarta, pada 30 November 1957. (Foto: Istimewa)

Guntur pun panik. Dia tersadar, suara itu tidak mungkin sekadar suara knalpot. Dalam waktu singkat, suasana di Perguruan Cikini dipenuhi kepanikan dan ketakutan. Guntur refleks melompat masuk ke kolong meja untuk berlindung.

"Setelah aku dapat menguasai lagi rasa takutku dan emosi, cepat-cepat aku melompat masuk di antara sela-sela tumpukan peti botol limun di kolong meja," kata Guntur.

Pengawalnya yang dipanggil Kak Ngatijo rupanya mencari Guntur. Begitu menemukan Guntur, Ngatijo lega dan diajak segera pulang. Guntur ingat ayahnya dan menanyakan kepada Ngatijo. 

"Belum tahu juga Mas! Tugas Kakak menyelamatkan Mas dulu ke rumah," jawab Ngatijo yang langsung menyeret Guntur secepat kilat ke mobil B-5353.

Mobil itu ngebut ke Istana Presiden. Begitu sampai dan turun dari mobil, Guntur yang masih panik dan khawatir cepat-cepat mencari ayahnya ke kamar. 

Editor : Maria Christina
Artikel Terkait
14 hari lalu

Upacara HUT ke-81 RI, Megawati Ungkit Bung Karno Pernah Ditahan Tanpa Proses Pengadilan

2 bulan lalu

Megawati hingga Pramono Hadiri Bung Karno Festival di Taman Proklamasi Jakpus

3 bulan lalu

Cerita Megawati Menunggu 56 Tahun hingga Nama Baik Bung Karno Dipulihkan Negara

3 bulan lalu

PDIP Putar Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme, Hasto: Pelurusan Sejarah

3 bulan lalu

PDIP Luncurkan Lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme, Wajib Diputar Setiap Acara Partai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal