Hasto menjelaskan, surat tersebut memuat sejumlah kritik, di antaranya mengenai keteladanan dan etika bernegara. Menurut isi surat yang disampaikan Hasto, persoalan syarat calon wakil presiden dan dugaan intervensi kekuasaan menjadi bagian dari kritik terhadap proses pencalonan Gibran.
Surat itu juga menyoroti persoalan legitimasi kepemimpinan di mata generasi muda dan institusi pendidikan, serta dampaknya terhadap pemerintahan Prabowo dan stabilitas nasional.
"Ini suara para guru besar. Sehingga tanpa proses politik, bagi seorang yang peka terhadap harapan rakyatnya, terhadap suara-suara kebenaran, seharusnya melakukan otokritik," kata Hasto.