"Penyakit mental tuh ada jenis-jenisnya. Mulai yang paling rendah namanya anxiety disorder, cemas, itu termasuk masalah kesehatan mental. Naik sedikit namanya depression disorder, depresi. Ada yang namanya skizofrenia, ini yang benar-benar seperti sakit jiwa," ujarnya.
Selain kecemasan, depresi, dan skizofrenia, skrining juga menemukan gangguan perkembangan saraf serta gangguan perilaku makan. Kemenkes bahkan telah mengidentifikasi individu yang memiliki kecenderungan mengakhiri hidup berdasarkan data nama dan alamat.
Menkes Budi mengatakan, temuan tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah karena setiap jenis gangguan membutuhkan penanganan yang berbeda. Karena itu, ketersediaan fasilitas dan tenaga kesehatan menjadi hal penting agar masyarakat yang terindikasi mengalami gangguan mental bisa memperoleh perawatan sesuai kebutuhan.
"Tantangannya di kami, karena sudah ketemu kan, oh masalahnya sudah ketemu nih, yang mau bunuh diri berapa, ini berapa, sudah ketemu. Kami harus mempersiapkan infrastrukturnya karena perawatannya beda kan," tuturnya.
Untuk memperluas akses layanan, Kemenkes menyiapkan strategi penanganan kesehatan mental secara berjenjang, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit umum.