Sebelumnya, Direktur Eksekutif CNN Dwi Harini Soejono menjelaskan pihaknya menggelar riset untuk memperoleh informasi dan data sebagai basis analisis persoalan menggunakan metode field study.
Hal itu untuk mengumpulkan data primer melalui wawancara mendalam (indepth interview) dengan institusi dan stakeholders yang relevan.
Metode ini memiliki kelebihan pada kemampuan dalam menggali detail aspek partisipasi dan preferensi masyarakat dalam Pemilu 2024.
Hasil penelitian, bahwa faktor yang mempengaruhi masyarakat memberikan suara jika Pemilu legislatif 2024 digelar hari ini, sebanyak 4,7 persen menyatakan dipengaruhi oleh visi misi partai politik, dan 14,2 persen pemberian uang atau bingkisan lain, sedangkan 37,2 persen karena memiliki kesamaaan etnik dengan caleg dan capres, sebanyak 30,8 persen meyatakan karena dipengaruhi faktor memiliki kesamaan keyakinan agama/golongan kepercayaan dengan caleg dan sebanyak 13,1 persen disebabkan oleh faktor lain-lain.
Karakteristik informan (responden) terdiri dari pelaku usaha, dosen, mahasiswa, buruh, Ibu RT, sopir angkot/bus, wiraswastawan/pengusaha, dan petani.
Dalam penelitian ini 2.140 responden memiliki confidence level 95 persen dan confidence interval 2,12 persen yang diambil dari 1.070 kecamatan di 34 provinsi di Indonesia dengan memperhatikan keseimbangan jumlah pemilih di setiap kecamatan pada Pemilu 2019.