“Kami tidak pernah, dan tidak akan pernah, membenarkan perilaku yang menjadikan agama sebagai bahan challenge atau promosi produk dalam bentuk apa pun,” kata The Sounds Project dalam keterangannya.
Salah satu poin paling penting dalam klarifikasi tersebut adalah penegasan The Sounds Project mengenai posisi mereka sebagai penyelenggara. Mereka menyebut kejadian yang viral itu sepenuhnya berada di luar arahan, persetujuan, dan kendali pihak penyelenggara.
“Kami tegaskan bahwa kejadian tersebut sepenuhnya di luar arahan, persetujuan, dan kendali kami sebagai penyelenggara acara,” tulis mereka.