Arti Dissenting Opinion dalam Putusan MK 

Inas Rifqia Lainufar
Arti ‘dissenting opinion’ dalam putusan MK. Berikut sosok tiga hakim yang menyatakan dissenting opinion dalam putusan sengketa Pilpres 2024. (Foto: Antara)

Menurut Pasal 45 ayat (10) UU No. 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi, dissenting opinion merupakan dalam hal putusan tidak tercapai mufakat bulat, pendapat anggota Majelis Hakim yang berbeda dimuat dalam putusan. 

Meskipun dissenting opinion tidak menjadi preseden yang mengikat, dissenting opinion tetap menjadi bagian penting dalam sebuah putusan dan mencerminkan dinamika pemikiran hukum. Munculnya dissenting opinion dilatarbelakangi oleh berbagai faktor, seperti perbedaan pandangan, kepentingan, dan penilaian tentang rasa keadilan. 

Hal ini lumrah terjadi dalam masyarakat demokratis yang menjunjung tinggi kebebasan. Namun, dissenting opinion juga dapat menimbulkan keraguan publik terhadap kepastian hukum. 

Dalam situasi ini, hakim juga dihadapkan pada dilema untuk menyeimbangkan berbagai kepentingan yang beradu dalam sebuah kasus.

Itulah penjelasan dari arti ‘dissenting opinion’ dalam putusan MK. Semoga artikel ini bermanfaat. 

Editor : Komaruddin Bagja
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Hakim Andi Saputra Dissenting Opinion Vonis Nadiem Makarim: Harus Dibebaskan dari Seluruh Dakwaan

57 tahun lalu

GKSR: Putusan MK Amanatkan Revisi UU Pemilu Harus Libatkan Parpol Nonparlemen

57 tahun lalu

AHY Dukung Putusan Kuota Caleg Perempuan 30 Persen: Selama Ini Kami Jalankan

57 tahun lalu

Kuota Caleg Perempuan Dipertegas MK, Angkie Yudistia Tekankan Representasi Politik yang Setara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal