"Kirimkan segera 500 ribu masker tambahan untuk setiap provinsi terdampak, beserta oxygen concentrator, dan pasokan obat-obatan yang jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan daerah. Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan, khususnya untuk penanganan ISPA dan diare," kata Budi.
Selain menyiapkan layanan rumah oksigen, Kemenkes memperkuat pelayanan kesehatan bagi kelompok rentan, mulai dari balita, anak-anak, ibu hamil hingga lanjut usia (lansia). Kelompok ini menjadi perhatian karena tetap membutuhkan pemantauan kesehatan meski masyarakat di wilayah terdampak diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah.
Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, Kemenkes menyiagakan pelayanan posyandu dari rumah ke rumah melalui kerja sama dengan pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat, dan tenaga kesehatan setempat. Langkah ini dilakukan agar kelompok rentan tetap memperoleh pelayanan kesehatan secara optimal selama kondisi kabut asap berlangsung.
Kemenkes juga meminta tenaga kesehatan memberikan pertolongan kepada petugas pemadam kebakaran yang membutuhkan layanan medis saat bertugas di lapangan. Upaya tersebut menjadi bagian dari penanganan kesehatan terpadu di wilayah yang terdampak karhutla.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang PMK Sugiono menekankan pentingnya respons darurat yang terkoordinasi antara pemerintah pusat dan daerah. Menurutnya, pemenuhan kebutuhan medis dan logistik harus dilakukan secepat mungkin untuk menghadapi ancaman kesehatan bagi masyarakat.