Arsyadany bukan sosok baru di sektor ketenagalistrikan. Dia bergabung dengan PLN sejak tahun 2006 sebagai Senior SCADA IT Specialist di Bali Distribution Control Area.
Sebelum dilantik menjadi Dirjen Ketenagalistrikan, Arsyadany menjabat sebagai Direktur Distribusi PLN setelah diangkat melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 18 Juni 2025.
Dia juga pernah menduduki sejumlah posisi lain di PLN, antara lain Senior Manajer Perencanaan PLN Unit Induk Wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) serta Vice President Public Relation pada Divisi Corporate Communication dan CSR.
Dalam perjalanan kariernya, Arsyadany turut mengembangkan inovasi digital di PLN melalui peluncuran New E-Arsip. Aplikasi tersebut memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) dan optical character recognition (OCR) untuk mendukung pengelolaan dokumen perusahaan.
Selain Asyadany, Bahlil turut melantik sejumlah pejabat lainnya, di antaranya Agung Kuswardono menjadi Direktur Pembinaan Program Minyak Dan Gas Bumi, Diyan Wahyudi menjadi Direktur Pembinaan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, Sugiarto sebagai Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi.
Kemudian, Harris sebagai Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan, Ariana Soemanto sebagai Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi, Ahmad Amiruddin sebagai Direktur Energi Baru.
Lalu, Maompang Harahap dilantik menjadi Inspektur II, Bobby Irawan sebagai Inspektur III, Hendra Gunawan menjadi Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Aparatur, dan RR Nur Widyasari sebagai Sekretaris Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi.