Bank Dunia Sebut 64,2% Warga RI Masih Miskin, BPS Ungkap Penyebabnya

Rohman Wibowo
Ilustrasi angka kemiskinan BPS dan Bank Dunia berbeda. (Foto: ist)

Besaran 8,30 Dolar AS tersebut tidak dikonversikan menggunakan kurs pasar rupiah terhadap dolar AS. Bank Dunia memakai metode Purchasing Power Parity (PPP) untuk memperhitungkan perbedaan daya beli riil masyarakat di setiap negara.

Dengan metode tersebut, angka kemiskinan Indonesia sebesar 64,2 persen merupakan hasil estimasi menggunakan standar 8,30 Dolar AS berdasarkan PPP 2021.

Patokan itu merujuk pada angka tengah atau median garis kemiskinan negara-negara upper-middle-income countries (UMIC), bukan berdasarkan penghitungan kebutuhan dasar spesifik masyarakat Indonesia.

Penggunaan standar global tersebut membuat estimasi jumlah penduduk yang berada di bawah garis kemiskinan menjadi jauh lebih tinggi dibandingkan hasil pengukuran BPS.

Bank Dunia mengakui data statistik kemiskinan dan garis kemiskinan resmi BPS lebih tepat digunakan sebagai acuan untuk pengambilan keputusan serta penyusunan kebijakan domestik di Indonesia.

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
13 hari lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat ke Rp17.899 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

17 hari lalu

BPS: Kunjungan Wisatawan Mancanegara Makin Dekati Level Sebelum Pandemi

18 hari lalu

Inflasi September 2026 Tembus 3,28%, Harga Cabai hingga Daging Ayam Jadi Biang Kerok

31 hari lalu

BPS Perbarui Daftar Profesi di RI, Kreator Konten hingga Terapis Spa Resmi Tercatat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal