Begini Pentingnya Eksplorasi Migas di Tengah Krisis Energi

Anindita Trinoviana
Eksplorasi migas. (Foto: dok SKK Migas)

Indonesia yang dulu menjadi salah satu negara eksportir minyak, kini semakin bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi domestik. Adapun untuk gas, saat ini, Indonesia produksinya di atas konsumsi domestik, sehingga sisanya diekspor. Tanpa eksplorasi baru, ketergantungan impor minyak dapat terus meningkat serta berpotensi menurunnya produksi gas di masa yang akan datang.

3. Transisi Energi Menuju Net Zero Emission

Pemerintah Indonesia telah berkomitmen untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan beralih ke energi baru terbarukan. Namun, proses transisi ini tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Sementara EBT terus berkembang, minyak dan gas bumi tetap menjadi tulang punggung ketahanan energi. Peran gas bumi sebagai agen transisi yang lebih ramah lingkungan dibandingkan batu bara dan minyak menjadi sangat penting di tengah proses ini.

4. Area Eksplorasi yang Belum Maksimal

Dari 128 cekungan migas di Indonesia, baru 20 yang sudah berproduksi. Kemudian sudah dibor dan ada temuan, tapi belum diproduksi sebanyak 8 cekungan. Selanjutnya, cekungan yang mengindikasikan ada hidrokarbon sebanyak 19 cekungan dan belum dilakukan pemboran sama sekali sebanyak 68 cekungan. Ini memberikan peluang besar untuk menemukan cadangan migas baru yang dapat meningkatkan produksi domestik dan mengurangi ketergantungan pada impor.

Mengapa Eksplorasi Migas Menjadi Prioritas?

Untuk menjawab tantangan di atas, eksplorasi migas yang masif harus menjadi prioritas. Beberapa alasan mengapa eksplorasi migas sangat penting adalah:

1. Penuhi Kebutuhan Energi yang Meningkat

Kebutuhan energi terus meningkat, meskipun pemerintah berupaya meningkatkan porsi energi terbarukan dalam bauran energi nasional, migas masih memegang peran penting dalam memenuhi kebutuhan energi. Tanpa eksplorasi baru, maka produksi migas dari lapangan existing semakin lama akan semakin menurun. Dampak ke depannya, ketergantunan Indonesia akan terus bergantung pada impor yang terus meningkat, yang dapat menimbulkan risiko bagi ketahanan energi.

Editor : Anindita Trinoviana
Artikel Terkait
9 hari lalu

Dari Desa untuk Ketahanan Energi Nasional, Pemerintah Perluas Akses Listrik bagi Masyarakat 

13 hari lalu

Harga Minyak Mentah RI Naik Jadi 112,81 Dolar AS per Barel, Ini Pendorongnya

14 hari lalu

Cerita Bahlil Lobi Beli Minyak ke Negara Afrika: Untung Kulitnya Sama dengan Saya

17 hari lalu

Hilirisasi Rp180 Triliun di Halmahera Perkuat Ketahanan Energi Indonesia, Ekspor Perdana Baterai EV Dimulai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal