Begitu Jadi Tersangka, Hakim dan Panitera Langsung Diberhentikan

Annisa Ramadhani
Juru Bicara MA Suhadi. (Foto: iNews.id/ Annisa Ramadhan)

JAKARTA, iNews.id - Aturan internal untuk penegakan hukum dan kode etik di Mahkamah Agung (MA) sudah sangat tegas. Bagi siapa saja pegawai dan pejabat di lingkungan lembaga peradilan atau pengadilan yang ditangkap kemudian ditetapkan menjadi tersangka, maka sanksinya adalah langsung diberhentikan. Aturan itu tertuang dalam tiga peraturan MA (Perma) dan Maklumat Ketua MA.

Juru Bicara MA Suhadi menegaskan, penangkapan oknum hakim dan panitera di Pengadilan Negeri (PN) Tangerang dalam operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan ditindaklanjuti dengan pemberhentian sementara begitu dinyatakan sebagai tersangka.

"Nanti kalau KPK menyatakan bahwa dia sebagai tersangka, maka kita akan tetapkan statusnya. Biasanya pemberhentian sementara," ujar Suhadi kepada iNews.id di Jakarta, Selasa (13/3/2018).

MA sangat menyayangkan penangkapan terhadap oknum hakim dan panitera pengganti di PN Tangerang. Mereka ditangkap KPK dalam OTT selepas transaksi suap pengurusan perkara perdata. Padahal, selama ini MA sangat tegas dalam proses penindakan atas pelanggaran hukum dan kode etik bagi siapa saja di lingkungan peradilan atau pengadilan. Bahkan, untuk rekomendasi penindakan oleh Komisi Yudisial (KY) pun selalu dijalankan MA.

"Kalau rekomendasi dari KY melalui Badan Pengawas. Badan Pengawas Mahkamah Agung kemudian ketua Mahkamah Agung," ucapnya.

Editor : Azhar Azis
Artikel Terkait
Nasional
7 jam lalu

Kabur saat OTT, Bos PT Bluray Akhirnya Menyerahkan Diri ke KPK

Nasional
8 jam lalu

Ketua dan Wakil PN Depok Kena OTT KPK, KY: Bukan Masalah Kesejahteraan, tapi Integritas

Nasional
12 jam lalu

Ketua PN Depok Minta Rp1 Miliar untuk Urus Sengketa Lahan, Dibayar Rp850 Juta

Nasional
12 jam lalu

KPK Sita Ransel Berisi Rp850 Juta dalam OTT Hakim PN Depok

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal