Bersiul dan Menatap Kategori Kekerasan Seksual, Kemenang Sebut Masuk Piramida Budaya Perkosaan

Nur Khabibi
Juru Bicara Kemenag Anna Hasbie (Foto: Ist)

"Soal mengapa bersiul dan menatap menjadi masalah adalah bagian dari pendidikan untuk membangun kesadaran masyarakat," tutur Anna.

Menurutnya kesadaran masyarakat harus dibangun tentang keadilan gender dan hak asasi manusia. Pasalnya, masyarakat adil gender akan menolak segala bentuk stereotype, diskriminasi dan kekerasan seksual.

"Tujuan dari peraturan ini di satuan pendidikan karena kami ingin menciptakan lingkungan yang aman, ramah dan inklusif,"
katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
7 hari lalu

Kemenag Bantu Pembangunan Gereja Katolik di Lamandau Kalteng, 15 Tahun Mangkrak

9 hari lalu

Guru SMKN 27 Jakarta Diduga Lecehkan Murid, Pramono Persilakan Korban Tempuh Jalur Hukum

10 hari lalu

Jadi Korban Pelecehan Seksual, Sashfir Beri Pesan untuk Seluruh Perempuan

10 hari lalu

Profil Sashfir, Selebgram yang Jadi Korban Pelecehan Seksual di Toilet Restoran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal