"Oleh karena itu, standar higiene dan sanitasi, SLHS kami tegakkan secara konsisten dan strict. SPPG yang belum memenuhi ketentuan dilakukan suspend sampai dengan syarat dipenuhi dan perbaikan dilakukan. Manakala tidak dilakukan, maka kami suspend total, kami tutup secara permanen," kata dia.
Dia menegaskan, berkurangnya jumlah penerima manfaat akibat evaluasi tersebut bukan berarti program MBG dihentikan. Menurut dia, langkah itu merupakan bagian dari pembenahan agar perluasan program lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.
"Jadi selisih terhadap target penerima manfaat bukan berarti program berhenti, ini merupakan bagian dari proses pembenahan agar ekspansi MBG berjalan lebih tepat sasaran dan berkelanjutan," tuturnya.
Sudaryono mengatakan, BGN akan memprioritaskan layanan MBG di wilayah 3T dan daerah dengan angka stunting yang tinggi. Perluasan layanan akan dimulai dari wilayah di luar Pulau Jawa sebelum dilanjutkan ke daerah lain yang dinilai membutuhkan.
"Dimulai dari luar Pulau Jawa dan kemudian kami ke wilayah-wilayah lain yang memang membutuhkan termasuk di dalam Pulau Jawa kita mulai tahapannya dari mulai yang paling membutuhkan terlebih dahulu," ucapnya.