JAKARTA, iNews.id - Fakta bergabungnya Bripda Muhammad Rio dengan tentara bayaran Rusia terungkap dari pesan WhatsApp yang dikirimkannya kepada Satbrimob Polda Aceh. Pesan itu menjadi salah satu bukti kuat desersi personel Brimob tersebut.
Kabid Humas Polda Aceh Kombes Joko Krisdiyanto menjelaskan, Bripda Rio sebelumnya meninggalkan tugas tanpa izin pimpinan sejak 8 Desember 2025. Upaya pencarian telah dilakukan hingga akhirnya muncul pesan WhatsApp dari yang bersangkutan.
“Isi pesan WhatsApp tersebut berupa dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, serta menggambarkan proses pendaftaran hingga nominal gaji yang diterima dalam mata uang rubel yang dikonversi ke rupiah,” kata Joko dalam keterangannya, Sabtu (17/1/2026).
Pesan WhatsApp itu dikirimkan Rio pada Rabu 7 Januari 2026, kepada anggota Provos Satbrimob Polda Aceh, Kasi Yanma, serta PS Kasubbagrenmin. Saat pesan diterima, aparat internal Polri tengah melakukan pencarian intensif terhadap Rio.
Sebelum pesan tersebut masuk, Provos Satbrimob Polda Aceh telah mendatangi rumah Rio dan rumah orang tuanya, tetapi yang bersangkutan tidak ditemukan.